Archive for the ‘Daftar Pustaka’ Category

Skala Waktu Geologi   Leave a comment

Skala Waktu Geologi.

Posted September 12, 2011 by kutratkotret in Daftar Pustaka, Kelas X, Materi Geografi

Daftar Pustaka   Leave a comment

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Badan Pusat Statistik Kota Banjar, 2009, Kota Banjar Dalam Angka
  2. Daldjoeni, N. 1987. Pokok – pokok Geografi manusia. Bandung: Alumni
  3. Fahriza, Siti,  dkk. 2009. Geografi Menembus Batas. Bandung: MGI
  4. Johan Johny E. Mansyah dkk. 2009. Satu hati Indonesia. Bandung: MGI
  5. Katili,J.A. 1979. Geologi Bandung : Kilat Madju
  6. Malik,Yakub, Ir dan Nanin. Ir. 2009. Gempa Bumi dan Tsunami. Bandung
  7. Marbun, M.A. 1982. Kamus Geografi. Jakarta : Ghalia Indonesia
  8. Museum Geologi Jawa Barat, 2008. Kumpulan Materi Pembekalan Sains Kebumian. Bandung
  9. NASA dikutip dari Microsoft ® Encarta ® 2006. ©
  10. Rochaeni. 2005. Penerapan Program Intensifikasi Pertanian di Kota Banjar. Skripsi Program Pendidikan Geografi.
  11. Sugiyanto, Danang Endarto. 2008. Mengkaji Ilmu Geografi. Tiga Serangkai
  12. Sumaatmadja,Nursid, Drs, 1981: Studi Geografi (suatu pendekatan dan analisa keruangan). Bandung : Alumni,
  13. Uli,Marah dan Asep Mulyadi,2007: Geografi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta : esis
  14.  Edu-articles.com – Situs Pendidikan Indonesia.htm
  15. http://yudi81.wordpress.com
  16. http://www.psb-psma.org
  17. http://museum.bgl.esdm.go.id
  18. http://balitbangda.kutaikartanegarakab.go.id

Posted September 12, 2011 by kutratkotret in Daftar Pustaka

Mengenal Kota Banjar Bersama Geografi   Leave a comment


Mengenal Kota Banjar Bersama Geografi

Standar kompetensi :

    memahami konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek geografi

Kompetensi dasar     :

  • menjelaskan konsep geografi
  • menjelaskan pendekatan geografi
  • menjelaskan prinsip geografi
  • mendeskripsikan aspek geografi

BAB I

PENGANTAR ILMU GEOGRAFI

  1. A.  PENGERTIAN.
    1. Menurut lokakarya IGI

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan geosfer,dilihat dari sudut pandang kelingkungan dalam konteks keruangan dan kewilayahan.

2. Menurut R Bintarto

Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menceritakan dan menerangkan sifat bumi,menganalisis gejala alam dan penduduk, mempelajari corak yang khas dalam kehidupan dan berusaha mencari fungsi unsure-unsur bumi dalam ruang dan waktu.

B.        KONSEP DASAR GEOGRAFI

Menurut Drs.Nursid Sumaatmadja dalam buku Studi Geografi, Gejala geografi yang ada di sekitar kita merupakan hasil keseluruhan interrelasi keruangan factor fisis dengan factor manusia. Dari hasil studi gejala yang nyata tadi, dalam diri kita akan terbentuk suatu pola abstrak atau abstraksi gejala yang kita kaji.Pola abstrak dalam bentuk pengertian abstrak atau abstraksi inilah yang disebut konsep. Karena pola abstrak tersebut berkenaan dengan gejala yang kongkrit tentang Geografi, maka disebut konsep Geografi

Konsep ini terdiri dari :

1.   Konsep lokasi

Konsep lokasi ini dalam geografi ada 2 macam yaitu :

            a.  Lokasi absolute  yaitu lokasi suatu wilayah yang didasarkan pada        garis      lintang dan garis bujur. Banjar terletak diantara 07°19′ – 07°26′ Lintang Selatan dan 108°26′ – 108°40′ Bujur Timur.

           b.  Lokasi relatif yaitu lokasi suatu wilayah dipermukaan bumi berkaitan dengan wilayah lain disekitarnya.Kota Banjar berada di bagian  Timur Propinsi Jawa Barat, berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah.

Kota Banjar merupakan pintu gerbang utama jalur lintas selatan Jawa Barat, di sebelah Timur juga berbatasan dengan kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pamarican, sebelah Barat dengan kecamatan Cimaragas dan Cijeungjing serta sebelah Utara dengan Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis.

Untuk membedakannya dengan Banjarnegara yang berada di Jawa Tengah, kota ini sering disebut juga Banjar Patroman (dari nama asal “Banjar Pataruman”).

2.  Konsep jarak

Hal ini menunjukan jarak antara satu objek dengan objek yang lainnya,serta kondisi diantara jarak tersebut.

Kota Banjar daerahnya relatif sempit untuk ukuran sebuah Kota yaitu seluas 131,97 km2  yang terdiri dari 4 kecamatan menyebabkan jarak antar objek di kota Banjar ini seakan-seakan semakin pendek, apalagi di dukung dengan berbagai sarana dan prasarana yang baik seperti kondisi jalan, hal ini sangat berpengaruh terhadap jarak tempuh antar suatu objek di suatu tempat.semakin mudah.

Contoh : Suatu wilayah yang makin dekat ke pusat kota biasanya harga tanahnya makin mahal dibanding dengan harga tanah yang berada di pinggiran kota Banjar

3. Konsep keterjangkauan

Hal ini berhubungan dengan infra struktur untuk menjangkau suatu objek. Kota Banjar terus membenahi diri untuk melengkapi berbagai sarana sebagai kota terutama jalan,karena dengan jalan yang bagus akses untuk menembus berbagai objek yang ada di kota Banjar akan semakin mudah.

Daerah yang jalannnya bagus akan mudah di akses dan sebaliknya apabila akses jalannya rusak, maka daerahnya akan sulit untuk berkembang.

4. Konsep pola

Dalam hal ini mempelajari  bentuk pola  persebaran fenomena geografi seperti pola sungai dan jalan raya. Di Kota Banjar pola persebaran pemukiman penduduk ada yang memanjang sepanjang jalan, sungai,dan jalur rel Kereta Api. Sebagian lain ada yang terpencar terutama yang berada diluar inti kota

5. Konsep Morfologi

konsep ini berkaitan dengan relief permukaan bumi dengan pemanfaatannya, misalnya seperti dataran, pantai,pegunungan dll.  Kota Banjar permukaan wilayahnya sebagian besar merupakan dataran rendah terutama daerah Banjar bagian timur, lahan yang ada di daerah tersebut banyak di manfaatkan untuk lahan pertanian, sedangkan untuk daerah Banjar bagian barat dan utara terdapat wilayah dengan kondisi permukaan yang relatif kasar sehingga daerah tersebut agak sulit untuk di jadikan lahan pertanian,namun dikelola dengan ditanami hutan tahunan ,misalnya Pohon Jati,Pohon Karet, Albasia, dll

6. Konsep aglomerasi

merupakan kecendrungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan paling menguntungkan..Di kota Banjar persebarannya cenderung mendekati daerah inti kota, karena daerah inti kota banyak di manfaatkan untuk perdagangan.

7. Konsep nilai kegunaan.

Yaitu manfaat suatu fenomena dipermukaan bumi bagi kehidupan yang mungkin akan berbeda antara satu dengan yang lainnya,contohnya pantai memiliki manfaat yang berbeda antara nelayan dengan wisatawan.

Kota Banjar lokasinya relatif strategis sehingga sebagian besar masyarakatnya yang berasal dari dalam wilayah Kota Banjar maupun dari daerah luar Kota Banjar memanfaatkannya untuk transaksi perdagangan,pendidikan dan lain-lain,, contoh lainnya gambar di bawah ini daerah perbukitan dijadikan lahan untuk Lembaga Pemasyarakatan

8. Konsep Interaksi / Interdependensi

Yaitu adanya suatu hubungan yang saling mempengaruhi antara satu gejala dengan gejala yang lainnya.

Kota Banjar mempunyai interaksi yang sangat kuat terutama dengan daerah penyangga di sekitarnya, karena daerah pedesaan sekitar kota Banjar banyak menyuplai bahan-bahan hasil pertanian dan perkebunan yang dibutuhkan masyarakat kota Banjar

9. Konsep diferensiasi area

Hal ini menunjukan bahwa daerah yang satu dengan yang lainnya di permukaan bumi memiliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya..

Kota Banjar memiliki berbagai potensi yang berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain, karena di Kota Banjar tidak semua daerahnya perkotaan tetapi sebagian lain masih daerah pedesaan yang identik dengan pertaniannya.

10. Konsep keterkaitan keruangan

Keterkaitan disini menunjukan derajat keterkaitan fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik yang menyangkut fenomena fisik ataupun non fisik. Contohnya. Perkebunan karet di Batulawang,cara tanam pohon di daerah miring dengan system teras untuk mencegah terjadinya erosi

C.  PENDEKATAN GEOGRAFI

Ada empat macam pendekatan di Geografi, yaitu :

1.         Pendekatan keruangan (spatial approach)

Yaitu pengkajian terhadap suatu gejala dengan menggunakan prinsip-prinsip geografi yang mencakup pendekatan topic,pendekatan regional dan pendekatan manusia.

2.         Pendekatan ekologi (ecological approach)

Yaitu menganalisis gejala geografi dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi

3.         Pendekatan historis / kronologis

Yaitu pengkajian suatu gejala geografi dengan memperhatikan proses kronologisnya yang berdasarkan kurun waktu tersebut.

4.         Pendekatan system ( system approach)

Pendekatan ini di sebut juga dengan pendekatan multi disipliner yaitu pengkajian suatu gejala geografi dikaji dengan berbagai aspek, baik fisik ataupun social.

D. PRINSIP GEOGRAFI

Dalam mengkaji dan menganalisis gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari dikenal ada empat prinsip dalam geografi yaitu :

1.    Prinsip penyebaran artinya segala gejala dan fakta geografi tersebar tidak merata antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya, contoh fenomena gempa yang terjadi di Tasikmalaya pada tahun 2009 mempengaruhi  kondisi fisik di lingkungan kota Banjar,ada beberapa daerah yang mengalami kerusakan seperti rumah dan tempat usaha lainnya mengalami kerusakan.

2.    Prinsip interelasi artinya prinsip ini digunakan untuk menganalisis antara factor fisik dengan factor non fisik, sehingga dari sini dapat mengungkapkan gejala dan fakta geografi pada suatu wilayah tertentu.Contoh. keruhnya sungai Citanduy pada musim penghujan karena terjadi proses erosi di daerah aliran hulu S.Citanduy

3.    Prinsip deskripsi artinya dalam prinsip ini memberikan gambaran lebih jauh tentang sebab akibat dari interelasi yang terjadi.prinsip ini dapat dijabarkan dalam bentuk peta, grafik,diagram maupun tabel.Misalkan Peta daerah Banjir DAS Citanduy

4.    Prinsip korologis artinya dalam prinsip ini segala gejala,fakta dan masalah   geografi ditinjau dari segi penyebarannya, interelasinya,maupun interaksinya dalam ruang sehingga ruang itu memberikan karakteristik kepada kesatuan gejala, kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.   

E. ASPEK GEOGRAFI

Dalam geografi aspek yang dipelajari ada dua aspek yaitu :

1.  Aspek fisik yaitu yang meliputi  unsur proses  dan unsur fisik

Unsur proses meliputi proses erosi,sedimentasi, sirkulasi air, dan gejala-gejala vulkanisme, sedangkan unsur fisik  meliputi iklim, air,  tanah,topologi (luas,letak dan bentuk),dan biotic(flora,fauna dan organisme).

2.  Aspek manusia yaitu segala hal yang berkaitan dengan keadaan manusia

yang meliputi lingkungan social, bentang alam budidaya, dan masyarakat.

F. OBJEK STUDI GEOGRAFI

1. Objek material :

Objek material Geografi adalah Geosfer yang terdiri dari :

  • Atmosfer, meliputi cuaca dan iklim
  • Hidrosfer, meliputi jumlah, mutu, persebaran, dan peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan air.
  • Lithosfer (lapisan batuan), meliputi bentuk – bentuk muka bumi, proses yang dapat menyebabkan perubahan bentuk muka bumi,pengorganisasian wilayah di daratan, perairan dan udara.
  • Biosfer, meliputi sejarah, pertumbuhan, dan persebaran kehidupan.
  • Antroposfer, meliputi jumlah dan persebaran serta bentuk-bentuk hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya, yang dipelajari dalam geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi social, dan geografi politik.

2. Objek formal

  • Objek formal Geografi diartikan sebagai cara pandang dan cara telaah terhadap fenomena dipermukaan bumi yang meliputi fenomena fisik dan fenomena social.Sehingga kita akan mengetahui karakterisitik/ciri khas dari suatu wilayah . Wilayah yang memiliki karakteristik/ ciri khas disebut REGION.Objek formal (Region) inilah yang membedakan Geografi dengan ilmu-ilmu lain

Contoh :

Kota Banjar adalah suatu wilayah yang berada pada ketinggian 16 m dpl- 356 mdpl. Yang sebagian wilayahnya merupakan dataran rendah yang dikelilingi perbukitan.Perkembangan pemukiman penduduk Kota Banjar lebih pesat di dataran rendah sehingga wilayah ini berkembang menjadi sebuah Kota, sedangkan daerah perbukitan permukiman penduduk masih berjauhan sehingga daerah ini mempunyai ciri khas desa .

Dari uraian di atas maka yang menjadi objek material Kota Banjar adalah Dataran rendah dan Perbukitan yang merupakan bagian dari lithosfer. Sedangkan Objek formal adalah pemanfaatan dataran rendah menjadi padat permukiman dan terbentuk sebuah kota serta perbukitan merupakan daerah yang masih berciri khas desa dengan aktivitas pertaniannya.

G. ILMU-ILMU PENUNJANG GEOGRAFI

1.    Geografi fisik

      1. Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim
      2. Meteorologi adalah ilmu yang mempelajri tentang cuaca
      3. Oseanologi adalah ilmu yang mempelajari sifat fisik dan kimia air laut.
      4. Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perairan darat.
      5. Biogeografi adalah studi tentang penyebaran mahluk hidup secara geografis di permukaan bumi.
      6. Geologi adalah ilmu yang mempelajari struktur, komposisi, sejarah dan proses perkembangannya bumi.
      7. Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk muka bumi dari segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.
      8. Vulkanologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gunung api.
      9. Seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi.
      10. Geofisika adalah ilmu yang mengkaji sifat-sifat bumi bagian dalam dengan metode fisika seperti mengukur gempa bumi, gravitasi dan medan magnet.

      2.    Geografi social

      1. Geografi manusia adalah cabang geografi yang mengkaji tentang aspek social, ekonomi dan budaya penduduk.
      2. Antropogeografi adalah cabang geografi yang mempelajari penyebaran bangsa-bangsa di muka bumi di lihat dari sudur geografi.
      3. Geografi politik adalah cabang geografi yang mengkaji kondisi kondisi geografis ditinjau dari sudut politik atau kepentingan negara.
      4. Geografi pedesaan adalah cabang dari lmu geografi yang mengkaji tentang kondisi kondisi wilayah pedesaan termasuk masyarakatnya dari sudut geografi.
      5. Geografi kota adalah cabang geografi yang mengkaji tentang keadaan wilayah kota termasuk masyarakatnya dari sudut geografi.
      6. Geografi ekonomi adalah cabang geografi yang mengkaji tentang kegiatan ekonomi penduduk dalam suatu ruang (wilayah) tertentu.
      7. Geografi penduduk adalah cabang geografi yang mempelajari tentang jumlah penyebaran dan komposisi penduduk.
      8. Geografi regional adalah cabang geografi yang mempelajari suatu kawasan tertentu secara khusus.
      9. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social,dan proses proses social termasuk perubahan perubahan social.
  1. BAB II

    JAGAT RAYA DAN TATA SURYA

  1. A.   JAGAT RAYA
    1. 1.    Teori pembentukan jagat raya.

Secara garis besar ada 3 teori yang mengemukakan tentang pembentukan jagat raya,yaitu :

  1. a.    Teori big-bang (teori dentuman besar )

Teori ini menyatakan bahawa alam semesta bermula dari ledakan besar sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu.semua materi dan energy yang kini ada di alam terkumpul dalam satu titik yang tidak berdimensi dan berkerapatan tak terhingga.

Dalam teori ini diterangkan bahwa alam semesta bermula dari ledakan maha dahsyat, seiring dengan berjalannya waktu, ruang angkasa mengembang dan ruang yang memisahkan antara benda-benda langit juga mengembang.

  1. b.    Teori keadaan tetap (stabil )

Menurut teori ini jagat raya tidak hanya sama dalam ruang angkasa, tetapi juga tidak ada perubahan dengan berjalannya waktu dalam teori ini zat zat baru senantiasa tercipta didalam ruang angkasa yang terbentuk diantara galaksi-galaksi sehingga pada akhirnya akan terbentuk galaksi baru yang akan menggantikan ruang diantara galaksi galaksi yang menjauh.

  1. c.    Teori alam semesta quantum

Dalam teori ini berpendapat bahwa alam semesta sudah ada selamanya dan akan selalu ada untuk selamanya pula, dalam teori ini ruang hampa pada hakekatnya tidak ada, yang ada hanya partikel partikel subatomatik.

  1. 2.    Materi materi yang terdapat di jagat raya:

a. Galaksi

Adalah kumpulan benda benda langit yang jumlahnya jutaan bahkan miliaran.

Ciri-ciri galaksi :

      • Galaksi mempunyai cahaya sendiri bukan cahaya pantulan.
      • Galaksi mempunyai bentuk bentuk tertentu, misalnya bentuk spiral,elips, dan bentuk tidak beraturan.

Galaksi yang telah diketahui :

      • Galaksi Magellan
      • Galaksi Bima Sakti
      • Galaksi Ursa Mayor
      • Galaksi Jauh

Secara garis besar, menurut morfologinya, galaksi dibagi menjadi 3 tipe, yaitu: tipe galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tak-beraturan. Pembagian tipe ini berdasarkan bentuk / penampakan galaksi-galaksi tersebut. Galaksi-galaksi yang diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini terdiri dari sekitar 75% galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan 5% galaksi tak beraturan. Namun ini bukan berarti galaksi spiral adalah galaksi yang paling banyak terdapat di alam semesta ini.

Sesungguhnya yang paling banyak terdapat di alam semesta ini adalah galaksi elips. Jika kita mengambil volume ruang angkasa yang sama, kita akan menemukan lebih banyak galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya saja galaksi tipe ini banyak yang amat redup, sehingga amat sulit untuk diamati.

b. Bintang

Adalah sebuah benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri.bintang berwujud bola yang sangat besar dan panas.

Matahari merupakan salah bintang dari milyaran bintang yang ada di jagad raya

c. Gugus bintang

Merupakan system yang terdiri atas ribuan bintang yang bergerombol relative berdekatan dan saling beredar mengelilingi satu dengan yang lain di dalam ruangan yang terbatas

gambar :

    Contoh gambar Constelasi Bintang 

B. TATA SURYA

1.    Teori tentang Terjadinya Tata Surya

Beberapa teori dikemukan para ahli tentang terjadinya tata surya, diantaranya

  1. Nebulae Hypothetic (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant dan Piere Simon De Laplace (Kant  and Lapalace) . Teori menegaskan bahwa tata surya tercipta dari gumpalan kabut panas yang berpilin yang membentuk bola besar yang memadat, sehingga bagian intinya yang berupa pijar menjadi matahari, sedangkan bagian- bahgian yang terlempar keluar kemudian membeku dan memadat membentuk plane- planet, satelit dan asteroid.
  2. Proto-Panet (Teori awan debu) oleh G.P. Kuiper dan Samarkand

Terdapat banyak persamaan antara teori ini dengan teori kabut, yakni pada prosesnya, akan tetapi berbeda pada material asalnya, yakni awan debu awan debu, dimana pada awal etrjadinya planet materinya disebut sebagai proto-planet.

  1. c.         Planetesimal  oleh Robert    Forest  Moulton dan Chamberlein (Moulton and Chamberlein). 

Teori menyatakan bahwa bumi beserta planet lainnya di tata surya terbentuk karena grafitasi bintang yang melintas dekat matahari, sehingga membuat material mathari terbawa keluar dan membeku menjadi planetesimal, cikal bakal planet yang ad sekarang

  1. d.         Teori Pasang Surut oleh Sir James Jean dan Harold Jefrey (Jean and Jefrey)

Teori ini memiliki banyak kesamaan dengan teori planetesimal, namun mengambil model dari fenomen pasang surut air laut

  1. e.         Teori Bintang Kembar oleh Lytleton

Teori menegaskan bahwa planet-planet yang ada di tata surya kita merupakan bintang kembaran matahari yang meledak, kemudian materialnya tertarik grafitasi matahari, sehingga mengorbit/ berevolusi terhadap matahari

  1. 2.    Anggota Tata Surya

Tata surya kita merupakan kelompok planet yang berevolusi pada satu system penyinaran (bintang) yang sama, yakni matahari.

Terdapat 8 planet beserta asteroid (kumpulan planetoid) pada tata surya kita

a.    Merkurius

Merupakan planet terdekat dari matahari, material dalamnya yang menyerupai bumi kecil didominasi oleh besi dan unsure berat lainnya. Foto diambil pada tahun 1974 oleh Mariner 10 (Dikutip dari Microsoft ® Encarta ® 2006)

b. Venus

Merupakan benda terang dilangit setelah matahari dan bulan, permukaanya sebagian besar disellimuti oleh belerang. Merupakan planet terpanas dengan suhu permukaan sekitar 4600C (8600F)  Para ahli berkeyakinan efek rumah kaca terjadi disana,karena tipisnya atmosfer yang menyebabkan intensitas matahari tinggi disanaSumber :  Inc./NASA/Science Source, dikutip dari Microsoft ® Encarta ® 2006.

c.  Bumi

Kaya dengan oksigen dan atmosfer pelindung,  temperature yang bersahabat, air yang subur, komposisi kimia yang beragam mendukung kehidupan dibumi, satu-satunya planet yang layak dihuni makhluk hidup. Planet ini terdiri dari

batuan dan logam , dimana saat ini terakumulaksi pada bagian bawah permukaan bumi. Gambar ini diambil Apollo 17 tahun 1972 memperlihatkan semenanjung Arabia, Afrika dan Antartika (sebagian besar permukaan bumi bagian selatan berwarna putih). Dikutip dari :Microsoft ® Encarta ® 2006. ©

d. Mars

Informasi tentang Mars yang detail baru didapat melalui pesawat tanpa awak sejak tahun 1964 – 1976. Dari data tersebut para ahli berkeyakinan bahwa sebagian besar atmosfernya didominasi oleh karbon dioksida,

sebagian nitrogen, oksigen, partikel air, dan gas lainnya. Disebabkan tebalnya atmosfer, temperature hariannya bervariasi hingga 1000 C. Pada umumnya, Suhu permukaan sangat dingin dan tekanan udara permukaan terlalu rendah untuk keberadaan air. Keberadaanya menyerupai padang pasir yang dingin dan  kering. (Sumber : NASA dikutip dari Microsoft ® Encarta ® 2006)

e.  Jupiter and its Moons

Merupakan planet terbesar, volumenya 1.300 kali bumi. Warna pada Jupiter disebabkan lapisan atmosferik tebal yang menyelimutinya. Sebuah planet yang padu,gambar diatas memperlihatkan 4 satelitnya; Io kiri atas, Ganymede kiri bawah, Eropa tengah, dan Callisto kanan bawah. (Sumber : NASA dikutip dari Microsoft ® Encarta ® 2006)

f.  Saturn

Saturnus merupakan planet kedua terbesar yang dapat dibedakan dari planet dengan gelangnya. Gambar diatas merupakan hasil Teleskop Hubble yang memperlihatkan pita kabut , badai dan gelangnya yang nyaris terlihat pandangan mata telanjang (Sumber : NASA dikutip dari Microsoft ® Encarta ® 2006.)

g.  Uranus

Warna biru kehijau-hijauan berasal dari gas metan yang dingin , tanpa atmosfer. Bayangan hitam pada bagian luar merupakan gambaran malam di planet tersebut. Gambar diatas merupakan hasil Voyager 2 pada tahun 1986, ketika berada sekitar 9.1 juta km (5.7 juta mill) dari planet tersebut (Sumber : NASA dikutip dari Microsoft ® Encarta ® 2006.)

h.  Neptune

Gambar didapat dari Voyager 2 ini menunjukkan cerahnya planet tersebut. Bulatan hitam memanjang pada awan putih sabuk ekuatornya disebut The Great Dark Spot menunjukkan sedikit badai pada Neptunus.Bulatan panjang yang lebih kecil disebut sebagai The Dark Spot 2.

(Sumber : NASA dikutip dari Microsoft ® Encarta ® 2006.

g. Meteor

Pada waktu malam dan cuaca terang sering kita melihat benda bersinar yang muncul dengan tiba-tiba sebagai bintang yang bergerak cepat kemudian segera padam lagi, benda tersebut itulah yang disebut meteor.

h. Komet

Adalah benda langit yang misterius,.benda langit ini bentuknya menyerupai bintang yang diselubungi kabut yang remang remang.benda langit ini disebut bintang berekor atau bintang kemukus.

i. Asteroid

Adalah planet – planet kecil yang sangat kecil dan beredar pada orbitnya, orbit asteroid berada diantara orbit mars dengan orbit Jupiter.

j. Satelit

Adalah benda langit yang merupakan pengikut planet.Satelit terbentuk secara alami bersama sama dengan proses pembentukan planet,karena massanya lebih kecil dan berlokasi dalam lingkungan gravitasi planet tertentu, satelit itu beredar mengelilingi planet  tersebut.Satelit bumi adalah Bulan

k. Bulan ( luna )

Adalah benda langit yang letaknya terdekat dengan bumi, dan merupakan satelit bumi yang jaraknya 385.000 km.

C. PENGARUH MATAHARI TERHADAP BUMI

      a.  Bumi berputar pada porosnya dengan kecepatan 23 jam 56 menit atau 24 jam kurang 4 menit.

Akibat gerakan bumi berotasi

  • Terjadinya siang dan malam
  • Adanya perbedaan waktu di tempat-tempat yang meridiannya berbeda yaitu setiap 10 beda waktunya 4 menit.
  • Peredaran semu harian benda langit
  • Terjadinya pembelokan arah angi

b.  Bumi Beredar mengelilingi Matahari ( Berevolusi )

1 kali revolusi selama 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik (tahun siderik)

     c.  Sumbu Bumi miring 66,5 0 terhadap bidang ekliptika.

Akibat dari revolusi dan kemiringan sumbu Bumi 66,50 maka terjadi :

  • Pergeseran peredaran semu harian matahari. Yaitu selama satu tahun bergeser dari 23,50 LU ke 23,5 0 LS1 tahun
  • Pergantian musim dan iklim pada tiap belahan bumi yang berbeda
  • Pergeseran semu matahari di antara rasi-rasi bintang
  • Perhitungan Tarikh Matahari (Kalender Tahun Syamsiyah) yaitu satu tahun syamsiyah atau 1 tahun tropic lamanya 365 hari 5 jam 48 menit dan 46 detik yaitu dari titik aries ke titik aries lagi.

D.   PENGARUH BULAN TERHADAP BUMI

Gerakan Bulan :

  • Berputar pada porosnya
  • Beredar mengelilingi bumi

Bersama Bumi beredar mengelilingi Mtahari, diperlukan  waktu 1 tahun

  • Peredaran sinodis,, peredaran Bulan mengelilingi  Bumi dari satu posisi tertentu terhadap Bumi dan Matahari ( posisi konyungsi ke konyungsi lagi), kembali ke posisi itu lamanya 29 hari 12 jam 44 menit dan 3 detik atau 29,5 hari.
  • Peredaran sideris, peredaran bulan mengelilingi Bumi menyelesaikan satu lingkaran penuh( 3600) selama 27,5 hari.

Akibat dari gerakan bulan tersebut bisa menimbulkan :

  • Gerhana Matahari
  • Gerhana Bulan

fase bulan

D.  BUMI

    1.   Sejarah pembentukan bumi.

Menurut Rittmann (1960 ) sekitar 4,6 milyar tahun yang lampau awan, debu, dan gas yang mengapung diruang angkasa mulai mengecil, materi pada pusat awan mengumpul menjadi matahari.kira-kira 100 juta tahun yang lalu sisa gas dan debunya yang memipih menjadi awan berbentuk cakram di sekitar matahari. Butir butir debu dalam awan itu saling melekat dan membentuk planet-planet kecil dengan diameter beberapa km. Benda – benda itu bertabrakan dan bergabung membentuk planet.

Proses  lahirnya bumi,menurut Rittmann (1960) adalah sebagai berikut :

  1. Bumi mulai terbentuk ketika butir-butir debu dalam cakram awan di sekitar matahari saling melekat,partikel-partikel ini menggumpal  menjadi badan yang lebih besar, kemudian badan badan itu bertumbukan dan membentuk benda-benda berukuran planet.
  2. Sisa-sisa dari awan asli berjatuhan, energy dari bahan yang jatuh ini, bersama dengan pemanasan yang terjadi akibat dari pelapukan radioaktif menyebabkan melelehnya bumi.
  3. Akibat dari pelelehan ini bahan-bahan yang mampat terutama besi tenggelam ke pusat planet dan menjadi intinya.seluruh permukaan bumi tertutup oleh lautan batuan yang meleleh, bahan-bahan yang lebih ringan seperti uap air dan karbondioksida beralih keluar dan membentuk atmosfer purba.
  4. Akibat aliran cepatdari partikel partikel bermuatan dari matahari menyapu bersih  sisa-sisa awan asli dari tata surya sehingga benturannya ke bumi berkurang, planet itu mendingin dan uap air membentuk awan tebal di atmosfer.
  5. Awan pun mendingin, uap airnya mengembun dan hujan deras membanjiri bumi sehingga hujan ini mendinginkan batuan di bumi.
  6. Limpahan air dari badai itu menyatu di tempat yang rendah sehingga terjadi awan, karbodioksida dari udara mulai larut dalam genangan air sehingga planet ini semakin dingin.
  7. Kira-kira 2,5 milyar tahun yang lalu,sebuah bumi yang biru telah muncul, awan menghilang dan matahari menyinari dunia yang sangat mirip dengan dunia kita sekarang.

2.    Terbentuknya benua-benua di bumi.

Teori terbentuknya benua ini terdiri dari 2 pendapat yaitu adanya teori apungan dan pergeseran benua, dan sampai saat ini pun bumi kita terus berubah seiring berjalannya waktu.

Proses perkembangan muka bumi, antara lain sebagai berikut :

a.    200 juta tahun yang lalu

Pada awalnya benua benua tergabung dalam satu super benua yang bernama pangea,Amerika utara dan Eurasia merupakan bagian utara pangea dan  di sebut Laurasia.benua-benua lain bergerombol di selatan yang disebut Gondwana.

b.    180 juta tahun yang lalu.

Benua pangea mulai pecah dengan munculnya samudra Atlantik  Utara di antara Laurasia dan Gondwana.

c.    135 juta yahun yang lalu

Di antara Amerika Utara dan Eurasia terdapat sebuah retakan melebar sehingga akan memperlebar  Amerika Utara, Amerika selatan dan Afrika mulai terpisah sepanjang suatu retakan yang menjadi Samudra Atlantik selatan, India bergerak ke selatan menuju Asia.

d.    65 juta tahun yang lalu

Amerika selatan dan Afrika terpisah, Amerika utara dan Eropa masih berhubungan dengan Greenland dan India mendekati Asia.

e.    Saat ini

Greenland telah terpisah dan Australia berpindah ke utara dari Antartika, India telah menabrak Asia.

f.      50 juta tahun yang akan datang

Samudra Atlantik terus melebar, sedangkan samudra Pasifik menciut, Australia akan mendekati Asia, lembah retak Afrika akan terbuka dan tergenang, Laut Merah akan melebar, dan Teluk Persia lenyap

3. Struktur perlapisan bumi

1. Kerak bumi ( litosfer )

Lapisan kerak bumi terdiri dari   dua bagian yaitu :

a. Kerak benua yang mempunyai ketebalan sekitar 40 km.

b. Kerak samudra yang mempunyai ketebalan  sekitar 10 km

2. Mantel bagian atas.

3. Zona peralihan.

4. Mantel bagian bawah

5.Inti bumi (core)

4.  Dinamika litosfer

Litosfer bumi terpecah menjadi 12 lempeng, lempeng – lempeng tersebut bergerak dengan arah mendatar.akibat pergeseran yang tidak sama maka terjadi tiga jenis batas antar lempengan yaitu :

  • Dua lempeng saling menjauh ( divergent plate boundaries )

Di daerah dua lempeng yang saling menjauh terdapat beberapa fenomena yaitu :

  1. Perenggangan lempeng yang membentuk celah memanjang
  2. Pembentukan pegunungan dasar samudra di sepanjang tempat perenggangan lempeng-lempeng tersebut.
  3. Aktivitas vulkanisme laut dalam menghasilkan lava basalt berstruktur bantal  yang dinamakan lava bantal dan hamparan leleran lava.
  4.  Aktivitas gempa.
  • Dua lempeng saling menumbuk ( subduction )

Di daerah pertumbukan 2 lempeng terjadi beberapa fenomena sebagai berikut :

  1. Lempeng samudra menunjam kebawah lempeng benua
  2. Terbentuk palung laut di tempat tumbukan
  3. Pembengkakan tepi pada lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan.
  4. Terjadi aktivitas vulkanisme, intrusi dan ekstrusi
  5. Merupakan daerah hiposenter gempa dangkal dan dalam
  6. Terjadi dislokasi pada lempeng benua yang getarannya di sebut gempa.
  7. Timbunan sedimen campuran
  • Dua lempeng saling berpapasan/pergeseran mendatar ( transform fault )

Di daerah ini terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah dan gempa yang tidak kuat, gejala pergeseran itu tampak pada tanggul dasar samudra yang tidak berhubungan tetapi terputus-putus.

5.  Persebaran Gunung Api di Indonesia

Di Indonesia kurang lebih  ada 400 gunung berapi, dan yang masih aktif kurang lebih 80 buah.

Di Indonesia terdapat 3 sistem pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia yaitu :

  1. System Sirkum Australia

System ini berasal dari dari Selandia Baru melalui Kaledonia Baru masuk ke Irian.

2.  System Busur Tepi Asia

System ini mulai dari Kamsyatku melalui jepang ,Fhilipina, Kalimantan dan Sulawesi.

3. System Sunda

System ini di mulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke kepulauan Banda di Maluku.panjangnya kira-kira 7000 km yang terdiri dari 5 busur yaitu :

  1. Busur Banda
  2. Busur kepulauan Nusa Tenggara
  3. Busur Andaman Nicobar
  4. Busur Arakan Yoma
  5. Busur Sumatra-Jawa.

Posted Agustus 31, 2011 by kutratkotret in Daftar Pustaka, Kelas X, Materi Geografi

Tagged with , , , ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.